Beranda > Pedoman Shalat, Pendahuluan > Pandangan Al-Qur’an dan Hadits Tentang Perbedaan Pendapat

Pandangan Al-Qur’an dan Hadits Tentang Perbedaan Pendapat

1. Ketidak-Utamaan Perbedaan Pendapat

# “Janganlah kamu berselisih, karena kamu akan menjadi lemah dan hilang kewibawaan kamu.” (QS. Al-Anfal: 46)

# “Janganlah kamu seperti orang-orang yang musyrik, yaitu mereka mencerai-beraikan agamanya dan bergolong-golongan. Dan setiap golongan berbangga dengan apa yang ada pada golongan mereka.” (QS. Ar-Rum: 31-32)

# “Mereka terus-menerus berselisih kecuali orang yang mendapatkan rahmat dari Tuhannya.” (QS. Hud: 118-119)

# “Dan bahwa (yang Kami perintahkan) ini adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia, dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya. Yang demikian itu diperintahkan Allah kepadamu agar kamu bertaqwa.” (QS. Al-An’am: 153)

2. Mencari Jalan Keluar Apabila Terjadi Perbedaan Pendapat

# “Jika kamu berselisih pendapat maka kembalikanlah kepada Allah (Al-Qur’an) dan Rasul-Nya (Sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian, yang demikian itu lebih utama dan lebih baik akibatnya.” (QS. An-Nisa’: 59)

# Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda:
Di kalangan orang-orang terdahulu ada seorang laki-laki yang telah membunuh 99 orang, lalu dia mencari orang yang banyak ilmunya, kemudian dia ditunjukkan kepada seorang rahib, lalu dia mendatanginya, kemudian dia katakan bahwa dia telah membunuh 99 orang, apakah tobatnya bisa diterima? Rahib itu menjawab, Tidak bisa.” Laki-laki itu membunuh rahib tersebut, sehingga genaplah 100 orang yang telah dibunuhnya.

Kemudian laki-laki itu mencari orang lain lagi yang paling banyak ilmunya, lalu dia ditunjukkan kepada seorang yang alim (berilmu), kemudian dia mengatakan bahwa dia telah membunuh 100 orang, apakah tobatnya bisa diterima? Orang alim itu menjawab, “Bisa. Tidak ada penghalang antara kamu dengan tobatmu. Pergilah ke daerah begini dan begini, karena di sana banyak orang yang beribadah kepada Allah Azza wa Jalla, lalu beribadahlah kepada Allah Azza wa Jalla bersama mereka dan janganlah kamu kembali ke daerahmu, karena daerahmu memang jelek.”

Laki-laki itu pergi. Sesampainya di tengah perjalanan dia mati, maka malaikat Rahmat berbantahan dengan Malaikat Adzab. Kata malaikat Rahmat, “Orang ini pergi untuk bertobat dengan menghadap kepada Allah dengan sepenuh hati.” Kata malaikat Adzab, “Orang ini tidak berbuat kebaikan sama sekali.”

Kemudian mereka didatangi oleh satu malaikat lain dalam wujud manusia, lalu mereka meminta keputusan kepadanya. Kata dia, “Ukurlah jarak yang terdekat dengan orang yang mati ini dari tempat berangkatnya dan dari tempat tujuannya. Ke mana yang lebih dekat maka itulah keputusannya.” Ternyata hasil pengukuran mereka adalah bahwa orang yang mati tersebut lebih dekat ke tempat tujuannya, maka dia dalam genggaman malaikat Rahmat.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di atas menjelaskan kepada kita bahwa:

1. Para malaikatpun tidak terlepas dari perbedaan pendapat.
2. Perbedaan pendapat tidak dibiarkan berlangsung terus tanpa penyelesaian.
3. Perbedaan pendapat diselesaikan dengan mengambil cara/pendapat yang terbaik/ter-shahih.

About these ads
  1. jamal
    11 November 2010 pukul 11:10:59 | #1

    perbedaan yang ada di kitab fiqh adda g kang..

  2. 21 Februari 2011 pukul 23:44:01 | #2

    Perbedaan membuat kita bisa membedakan

  3. 12 September 2011 pukul 10:50:30 | #3

    Al-Qur’an adalah pedoman kita semua sebagai umat islam…

  4. die-k
    14 September 2011 pukul 21:54:36 | #4

    carilah persamaan,,, bukan perbedaan…!!!
    ingat rukhsoh.. dn tegakkan ukhuwah islamiyah…!!!
    bersatulah atas nama islam….,,,

  5. gusman andani
    7 Juli 2012 pukul 22:52:08 | #5

    bagaimana kita bisa bersatu…kalu kita selalu membuat dalil sendiri selain al quran

  6. 30 Agustus 2012 pukul 14:07:18 | #6

    Trims tuk dalil quran d hadistnya

  7. andriansyah
    31 Juli 2013 pukul 6:10:06 | #7

    dikoreksi lagi firman allah….mau tanya pake terjemahan yang dari mana itu….saya liat di Qur’an ane beda…

  1. 9 Juni 2012 pukul 6:38:39 | #1

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 89 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: