Beranda > Pedoman Shalat, Persiapan Shalat > Persiapan Shalat (Menghadap Sutrah)

Persiapan Shalat (Menghadap Sutrah)

3. Menghadap Sutrah

Sutrah (pembatas yang berada di depan orang shalat) dalam shalat menjadi keharusan imam dan orang yang shalat sendirian, sekalipun di masjid besar.

# Pendapat Ibnu Hani’ dalam Kitab Masa’il, dari Imam Ahmad. Beliau mengatakan, “Pada suatu hari saya shalat tanpa memasang sutrah di depan saya, padahal saya melakukan shalat di dalam masjid kami, Imam Ahmad melihat kejadian ini, lalu berkata kepada saya, ‘Pasanglah sesuatu sebagai sutrahmu!’ Kemudian aku memasang orang untuk menjadi sutrah.

# Syaikh Al-Albani mengatakan,
Kejadian ini merupakan isyarat dari Imam Ahmad bahwa orang yang shalat di masjid besar atau masjid kecil tetap berkewajiban memasang sutrah di depannya.

# Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
Janganlah kamu shalat tanpa menghadap sutrah dan janganlah engkau membiarkan seseorang lewat di hadapan kamu (tanpa engkau cegah). Jika dia terus memaksa lewat di depanmu, bunuhlah dia karena dia ditemani oleh setan.” (HR. Ibnu Khuzaimah dengan sanad yang jayyid (baik)).

# Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda:
Bila seseorang di antara kamu shalat menghadap sutrah, hendaklah dia mendekati sutrahnya sehingga setan tidak dapat memutus shalatnya.” (HR. Abu Dawud, Al Bazzar dan Hakim. Disahkan oleh Hakim, disetujui olah Dzahabi dan Nawawi).

# Dan hendaklah sutrah itu diletakkan tidak terlalu jauh dari tempat kita berdiri shalat sebagaimana yang telah dicontohkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berdiri shalat dekat sutrah (pembatas) yang jarak antara beliau dengan pembatas di depannya 3 hasta.” (HR. Bukhari dan Ahmad).

Adapun yang dapat dijadikan sutrah antara lain: tiang masjid, tombak yang ditancapkan ke tanah, hewan tunggangan, pelana, tiang setinggi pelana, pohon, tempat tidur, dinding dan lain-lain yang semisalnya, sebagaimana telah dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

  1. 12 September 2011 pukul 11:05:12

    maksud menghadap sutrah itu apa ya?

  1. 9 Juni 2012 pukul 6:39:21

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: